Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca yang dapat memicu bencana hidrometeorologi selama periode 30 Oktober hingga 5 November 2026. Berdasarkan prakiraan cuaca tersebut, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan masih didominasi hujan dengan intensitas ringan. Namun, sejumlah daerah berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan menjadi sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
**Periode 30 Oktober–1 November 2026**
Pada periode ini, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta berbagai wilayah di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
BMKG juga menetapkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat dalam kategori peringatan dini Siaga untuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung. Selain itu, potensi angin kencang perlu diwaspadai di Aceh dan Sumatera Utara.
**Periode 2–5 November 2026**
Memasuki awal November, hujan ringan diperkirakan masih mendominasi kondisi cuaca di Indonesia. Meski demikian, peningkatan hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, sejumlah wilayah di Pulau Jawa, Bali, beberapa provinsi di Kalimantan dan Sulawesi, serta sebagian wilayah Maluku dan Papua.
Untuk periode ini, potensi hujan lebat hingga sangat lebat dengan status Siaga diperkirakan terjadi di Sumatera Barat. Sementara itu, potensi angin kencang juga perlu diantisipasi di Banten dan Sumatera Barat.
Imbauan untuk Masyarakat
Menghadapi perubahan kondisi cuaca, masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG. Hujan yang turun secara lokal dengan intensitas sedang hingga lebat dapat meningkatkan risiko terjadinya genangan air, banjir, tanah longsor, serta sambaran petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk menyesuaikan kegiatan dengan kondisi cuaca, menghindari tempat terbuka saat terjadi petir, serta menjauhi pohon besar dan papan reklame ketika angin kencang. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi lingkungan di sekitarnya.
Di sisi lain, masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi cuaca panas dan kering yang dapat terjadi di beberapa wilayah. Menjaga kecukupan cairan tubuh, menggunakan tabir surya saat diperlukan, serta menghemat penggunaan air merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi dampak cuaca tersebut.
Kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan juga perlu terus ditingkatkan, khususnya di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara membakar secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.
BMKG mengimbau seluruh masyarakat dan pemerintah daerah agar terus mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Dengan meningkatkan kesiapsiagaan dan memahami potensi risiko di wilayah masing-masing, dampak cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi diharapkan dapat diminimalkan.