Devplan-Creative.com – Informasi mengenai Gerhana Matahari Total (GMT) Agustus 2026 ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak unggahan menyebut fenomena tersebut akan terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026 dan membuat langit siang berubah gelap layaknya malam.
Unggahan tersebut juga menyebut suhu udara akan menurun, bintang mulai terlihat, serta suasana menjadi berbeda dari biasanya. Namun, benarkah jadwal tersebut sesuai dengan fakta?
Jadwal Resmi Gerhana Matahari Total Agustus 2026
Pakar Astronomi dan Astrofisika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa Gerhana Matahari Total bukan terjadi pada 12 Agustus 2026, melainkan pada Kamis dini hari, 13 Agustus 2026 waktu Indonesia.
Fenomena ini diperkirakan berlangsung mulai 23.58 WIB hingga 01.34 WIB.
Menurut Thomas, Gerhana Matahari Total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi, sehingga seluruh permukaan Matahari tertutup oleh Bulan. Akibatnya, wilayah yang dilintasi jalur totalitas akan mengalami kondisi siang hari yang berubah menjadi gelap selama beberapa menit.
Apakah Gerhana Matahari Total Bisa Dilihat dari Indonesia?
Sayangnya, Gerhana Matahari Total Agustus 2026 tidak dapat disaksikan dari Indonesia.
Jalur totalitas gerhana berada di kawasan Kutub Utara, sehingga fenomena ini hanya dapat diamati secara penuh dari beberapa wilayah seperti:
- Artik
- Greenland
- Spanyol
Sementara itu, masyarakat Indonesia tidak berada dalam lintasan gerhana sehingga tidak dapat menyaksikan fase totalnya.
Benarkah Gerhana Matahari Total Merupakan Fenomena Langka?
Banyak unggahan di media sosial menyebut Gerhana Matahari Total sebagai fenomena yang sangat langka. Namun menurut Thomas Djamaluddin, anggapan tersebut kurang tepat.
Ia menjelaskan bahwa Gerhana Matahari Total sebenarnya cukup sering terjadi di Bumi. Yang tergolong langka adalah ketika jalur totalitasnya melintasi kawasan Kutub Utara, seperti yang akan terjadi pada Agustus 2026.
Negara yang Dapat Melihat Gerhana Matahari Sebagian
Selain Gerhana Matahari Total, fenomena Gerhana Matahari Sebagian juga akan dapat diamati di berbagai negara.
Beberapa wilayah yang berkesempatan menyaksikan gerhana sebagian antara lain:
- Amerika Serikat
- Kanada
- Britania Raya
- Prancis
- Jerman
- Italia
- Spanyol
- Belanda
- Belgia
- Swiss
- Austria
- Norwegia
- Swedia
- Finlandia
- Polandia
- Ukraina
- Yunani
- Maroko
- Aljazair
- Tunisia
- Libya
- Brasil
Selain negara-negara tersebut, gerhana sebagian juga akan terlihat di sebagian besar kawasan Eropa, Afrika Barat Laut, Amerika Utara bagian utara, Samudra Atlantik, Samudra Arktik, serta sebagian wilayah Asia bagian utara.
Kesimpulan
Gerhana Matahari Total yang ramai dibahas di media sosial memang akan terjadi pada 13 Agustus 2026 dini hari WIB, bukan pada 12 Agustus seperti yang banyak beredar. Fenomena ini tidak dapat disaksikan dari Indonesia karena jalur totalitasnya berada di sekitar Kutub Utara, sementara sejumlah negara di Eropa dan kawasan Arktik menjadi lokasi terbaik untuk mengamatinya. Meski Gerhana Matahari Total bukan fenomena yang tergolong langka secara umum, lintasan yang melewati Kutub Utara merupakan kejadian yang relatif jarang terjadi.