Trending Tuesday, 01 September 2026
Portal Media & Teknologi Digital

Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu Mencapai 3.500 Meter

A
Admin 31 August 2026, 17:59 WIB

 

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami erupsi pada Senin sekitar pukul 10.17 WIB. Dalam erupsi tersebut, kolom abu vulkanik teramati menjulang hingga sekitar 3.500 meter di atas puncak gunung.

Kepala Pos Pengamatan Gunungapi (PPGA) Sinabung, Armen Putra, mengatakan aktivitas erupsi masih terpantau setelah letusan terjadi. Hingga pukul 11.14 WIB, abu masih terlihat keluar dari sekitar puncak Gunung Sinabung.

Berdasarkan hasil pengamatan, kolom abu yang keluar berwarna hitam dengan intensitas tebal. Abu tersebut bergerak dan condong ke arah timur hingga tenggara. Aktivitas erupsi juga terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 120 milimeter dan durasi sementara sekitar satu jam satu menit 48 detik. Saat laporan dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung.

Armen mengimbau masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap waspada terhadap dampak hujan abu, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah yang mengarah ke timur dan tenggara. Warga juga diminta mengikuti arahan serta informasi resmi dari petugas terkait perkembangan aktivitas Gunung Sinabung.

Sementara itu, Kepala Desa Kuta Gugung, Kecamatan Naman Teran, Terkelin Sembiring, membenarkan terjadinya erupsi. Pemerintah desa langsung melakukan langkah antisipasi dengan meminta masyarakat yang berada di sekitar kawasan Danau Lau Kawar untuk meninggalkan lokasi. Pihak desa juga membagikan masker kepada masyarakat sebagai upaya mengantisipasi paparan abu vulkanik.

Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya korban maupun dampak signifikan akibat erupsi tersebut.

Gunung Sinabung saat ini masih berada pada Level II atau Waspada. PVMBG merekomendasikan masyarakat, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi maupun dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Sinabung.

Larangan aktivitas juga berlaku pada radius sektoral 4,5 kilometer ke arah selatan-tenggara dari puncak. Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya lahar.

Pemerintah Kabupaten Karo diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik. Masyarakat diimbau untuk tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya serta selalu mengikuti informasi dan arahan resmi dari pihak berwenang.

 

 

Prev Post
Sebelumnya
Mengenal Teknologi Quantum Computing di Era AI
Selanjutnya
Startup Fintech Asia Tenggara Cetak Rekor Baru
Next Post