Trending Tuesday, 01 September 2026
Portal Media & Teknologi Digital

Update Karhutla: Titik Panas Menurun, Pemadaman Tetap Dilakukan

A
Admin 31 August 2026, 17:59 WIB

Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan masih memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah, khususnya di Sumatera dan Kalimantan. Meskipun jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi mengalami penurunan, upaya pemadaman dan pencegahan tetap dilakukan karena masih terdapat sejumlah lokasi yang mengalami kebakaran serta terdampak asap.

Data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 mencatat 946 hotspot high confidence secara nasional hingga Minggu (30/8/2026) pukul 21.02 WIB. Jumlah tersebut turun 629 titik dibandingkan sehari sebelumnya.

Hotspot terbanyak terpantau di Kalimantan Barat sebanyak 455 titik dan Kalimantan Tengah sebanyak 308 titik. Sementara itu, Sumatera Selatan tercatat 36 titik, Kalimantan Selatan 18 titik, Jambi 1 titik, dan Riau tidak mencatat hotspot high confidence.

Kementerian Kehutanan menjelaskan bahwa hotspot merupakan indikasi adanya titik panas yang terdeteksi melalui satelit dan tidak selalu berarti terjadi kebakaran. Karena itu, temuan tersebut tetap perlu diperiksa dan diverifikasi di lapangan.

Dalam laporan operasi hingga Minggu (30/8/2026) pukul 07.00 WIB, tercatat 93 kejadian karhutla di 12 provinsi. Dari jumlah tersebut, 33 lokasi telah dinyatakan padam, sementara 60 lokasi lainnya masih dalam proses penanganan.

Penanganan dilakukan melalui pemadaman darat, water bombing, patroli udara, pengecekan lapangan, serta berbagai upaya pencegahan. Operasi tersebut melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya.

Dukungan dari udara juga diperkuat dengan 30 helikopter di Kalimantan dan 22 helikopter di Sumatera untuk kegiatan water bombing dan patroli. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga terus diupayakan di wilayah dan waktu yang memenuhi kondisi meteorologis.

Sementara itu, asap akibat karhutla masih memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang di sejumlah wilayah. Pada Senin (31/8/2026) pagi, BMKG mencatat kondisi berasap di beberapa bandara, termasuk Bandara Supadio Pontianak dengan jarak pandang 1,3 kilometer dan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dengan jarak pandang 1,5 kilometer.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa turunnya jumlah hotspot bukan berarti ancaman karhutla sudah berakhir. Pemantauan dan penanganan tetap dilakukan, terutama di wilayah yang masih terdapat kebakaran dan mengalami dampak asap.

Masyarakat di daerah terdampak diimbau mengikuti informasi resmi pemerintah dan BMKG, menjaga kesehatan, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk. Masyarakat juga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Prev Post
Sebelumnya
Mengenal Teknologi Quantum Computing di Era AI
Selanjutnya
Startup Fintech Asia Tenggara Cetak Rekor Baru
Next Post