Trending Monday, 07 September 2026
Portal Media & Teknologi Digital

Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Operasional Sejumlah Bandara

A
Admin 06 September 2026, 22:27 WIB

 

Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, kembali memperpanjang penghentian sementara operasional penerbangan pada Minggu (6/9/2026). Kebijakan tersebut diberlakukan sebagai langkah keselamatan menyusul sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Berdasarkan pembaruan terbaru, operasional Bandara Soekarno-Hatta dihentikan hingga pukul 23.59 WIB.

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat (4/9) terus berdampak terhadap aktivitas penerbangan. Sebaran abu vulkanik terdeteksi mencapai sejumlah wilayah di Indonesia bagian barat, sehingga kondisi ruang udara perlu terus dipantau demi menjaga keselamatan penerbangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan hasil analisis citra satelit Himawari-9 menunjukkan adanya dua pola utama pergerakan abu vulkanik. Sebaran abu pada ketinggian tertentu bergerak ke arah timur laut hingga selatan dan mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, serta Jawa Barat. Sementara itu, sebaran lainnya bergerak ke arah barat daya hingga barat laut, meliputi sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, hingga wilayah Samudra Hindia.

Selain Soekarno-Hatta, sejumlah bandara lain juga mengalami penghentian sementara operasional akibat dampak abu vulkanik. Kondisi tersebut dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan pergerakan abu di atmosfer.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya calon penumpang pesawat, untuk tidak hanya mengandalkan informasi lama. Penumpang disarankan memeriksa status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai dan pengelola bandara sebelum berangkat.

PVMBG juga menyampaikan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau memang mengalami penurunan, tetapi kondisi tersebut belum berarti aktivitas erupsi telah berhenti. Potensi terjadinya erupsi kembali masih ada sehingga masyarakat diminta tetap tenang, waspada, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah.

 

Prev Post
Sebelumnya
Mengenal Teknologi Quantum Computing di Era AI
Selanjutnya
Startup Fintech Asia Tenggara Cetak Rekor Baru
Next Post