Trending Tuesday, 08 September 2026
Portal Media & Teknologi Digital

Tiga Gunung Api di Indonesia Erupsi Bersamaan, Gunung Ibu hingga Semeru Kembali Aktif

A
Admin 07 September 2026, 20:52 WIB

 

Jakarta — Aktivitas vulkanik di Indonesia kembali menjadi perhatian setelah tiga gunung api dilaporkan mengalami erupsi pada Senin (7/9/2026). Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hingga pukul 08.40 WIB, tiga gunung api yang mengalami erupsi tersebut adalah Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Gunung Semeru di Jawa Timur.

Ketiga gunung tersebut menunjukkan karakteristik erupsi yang berbeda. Aktivitas Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat tercatat telah mengalami tiga kali erupsi sejak Minggu (6/9/2026), masing-masing pada pukul 00.16 WIT, 06.16 WIT, dan 07.33 WIT.

Pada erupsi terakhir yang terjadi pukul 07.33 WIT, kolom abu terlihat mencapai sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 1.825 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah utara. Aktivitas tersebut tercatat pada seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan berlangsung selama 44 detik.

Sementara itu, Gunung Ili Lewotolok yang berada di Kabupaten Lembata, NTT, juga mengalami dua kali erupsi pada Senin pagi. Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.41 WITA, kemudian kembali terjadi pada pukul 06.15 WITA.

Pada erupsi pukul 06.15 WITA, kolom abu teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat daya. Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 66 detik. Erupsi sebelumnya pada pukul 05.41 WITA juga menghasilkan kolom abu dengan ketinggian sekitar 600 meter di atas puncak.

Di wilayah Jawa Timur, Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 04.50 WIB. Berdasarkan laporan PVMBG, aktivitas erupsi tersebut tercatat pada seismograf dengan amplitudo maksimum 17 milimeter dan berlangsung selama 112 detik. Namun, secara visual ketinggian kolom letusan Gunung Semeru tidak dapat teramati.

Erupsi yang terjadi di tiga gunung api tersebut dalam waktu yang berdekatan membuat aktivitas vulkanik di beberapa wilayah Indonesia kembali mendapat perhatian. Meski demikian, masyarakat di sekitar kawasan gunung api diminta tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti informasi serta rekomendasi resmi dari PVMBG.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak mendekati kawasan yang masuk dalam zona berbahaya dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Informasi mengenai perkembangan aktivitas gunung api sebaiknya diperoleh dari sumber resmi agar masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat apabila terjadi perubahan kondisi.

 

Prev Post
Sebelumnya
Mengenal Teknologi Quantum Computing di Era AI
Selanjutnya
Startup Fintech Asia Tenggara Cetak Rekor Baru
Next Post